(Wattpad Review) ADRIAN By Nadia Ayu Pramesty

Kisah cewek cantik yang bernama Nadin Citra Andraini yang punya mantan handsome bernama Satria Adrian, tapi hatinya terluka juga gara-gara Adrian. Yang semula sayang yang semula cinta, kini rasa itu telah berubah menjadi benci namun rindu.

Disertai pelarian dalam cinta Adrian dan Andraini.

Orang bilang “Mantan gak usah dikenang, karena mantan bukan pahlawan.” Tapi kalo hati yang mengenangnya, gue bisa apa?

Apakah mereka akan kembali bersama atau semakin menjauh? Mari kita simak kelanjutan!

===

Judul : Adrian

Penulis : Nadya Ayu Pramesty

Wattpad id : NadyaAyuPramesty

Genre : Teenfiction

Published : 14 part

Rating : 5.0/10.0

Sudut Pandang : Orang Pertama

Copyright : All Right Deserved

Visitors : 2,52k viewers; 1,26k voters (Not April Mop)


Sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih buat Chief Owner kece yang udah ngasih kesempatan buat ikutan dalam tugas review kali ini. Oke jujur aja ini pertama kali aku kebagian andil dalam review. Jadi untuk apapun kata-kata yang kurang lebih mohon dimaklumi.

Pertama kali aku dikasih judul ini entah kenapa aku sudah langsung bisa tebak bahwa ini genre Teenfiction. Dan ternyata memang benar! Dari cover sebagai seorang yang masih kategori usia Teen, tentu langsung tertarik dan punya niatan untuk membaca. Dikasih photo cogan begitu memangnya siapa bisa nahan?! Cuma lebih diperhatiin sepertinya ada yang janggal sama cover. Selain kata Adrian dan nama penulis ada juga dua kata lain yang dikasih tinta merah bertuliskan: Miss You. Aku agak sangsi pas lihatnya, aku cek ke bagian judul ternyata judulnya hanya Adrian. Aku positif thinking aja, mungkin si penulis awalnya membuat judul “Adrian, Miss You” atau “Miss You, Adrian” tapi karena sesuatu hal jadi dipilihlah cukup dengan Adrian. Kalau masalah itu aku setuju. Sekalipun judul langsung dengan nama tokoh itu udah kelewat mainstream tetapi akan jauh lebih baik daripada memilih dari antara dua opsi yang aku prediksi tadi.

Setelah tertarik dengan judul, langsung klik nih ya, dan ketemulah dengan blurb. Blurbnya sederhana. Ngak muluk-muluk dan langsung to the point banget. Blurb-nya pendek. Tetapi embel-embel di bawah blurb-nya yang banyak. Emang untuk mengisi apapun selain blurb di tempat deskripsi itu adalah hak penulis, namun untuk saran saja, supaya letaknya lebih diperhatikan. Jangan hanya dengan enter, tidak apa kalau kasih pembatas dengan kata penghubung dua atau tiga kali. Dan kalau memang berniat (kalau sesuai selera aku itu tidak perlu sebenarnya) kamu bisa tulis uneg-uneg atau author notenya dengan setiap kalimat itu dikasih sekali enter. Untuk emoticon dan kata-kata yang sebenarnya tidak terlalu diperhatikan (wkwk, dsb) dihapus saja. Tujuannya hanya untuk merapikan. Membuat mata pembaca lebih nyaman melihat.

Setelah cek blurb-nya, aku berharap lebih dengan memulai di part pertama. Kalimat pertama langsung disambut oleh lirik lagu 1D – 18 yang walau enggak pernah aku dengar, tapi aku suka sama lagu-lagunya yang lain. Kalau bisa dibilang aku Directioner, hanya saja Directionernya nanggung. Oke, fokus. Aku buka part pertama. Pengenalan tokoh, seperti lazimnya. Secara pribadi, aku sama sekali nggak nyaman dengan pemilihan kata ganti yang dipilih. Karena loe-gue itu sama sekali bukan aku. Dan jujur ini cerita pertama yang aku temukan, memakai POV 1 tapi pakai kata ganti loe-gue. Aku menemukan kesalahannya bukan dipilihan kamu yang memutuskan untuk pake loe-gue, cuma aku rasa ada maksud terselubung kenapa kamu mau pakai itu. Aku sebut saja langsung, mungkin karena, mayoritas pembaca Teenfiction kan remaja masa kini, kalau pakai aku-kamu yang formal takutnya nggak ada yang suka. Kenapa aku langsung buat persepsi gitu? Karena pas lihat puisi yang kamu buat pake kata “aku” itu benar-benar ngalir. Please jangan jadikan reader buat patokan nulis. Kamu harus kembali kepada nyamannya kamu. Btw, aku juga menulis pakai sudut pandang orang pertama. Dan aku memang rasain itu, disaat orang-orang bilang kalau cerita aku itu kelewat formal. Tapi aku nyaman dengan cara aku nulis pakai aku-kamu ya aku pertahanin dong. 

Isinya tentang kisah cinta Nadin Citra Andraini dengan pacarnya Satria Adrian. Klise. Anak SMA yang dari SMP sekelas dan saling cinta terus pacaran. Sangat janggal ketika akhirnya diceritakan mereka putus hanya karena Adrian ngasih alasan bahwa hubungan mereka flat. Sementara dari awal Nadin udah ceritain kalau mereka saling cinta, sekelas dari SMP, dan jadian pas SMA. Adrian dikatakan cowok satu-satunya paling mengerti Andraini yang childish. So, bukankah terlalu cepat untuk minta putus hanya karena merasa monoton? Adrian dibuat tipikal cowok ganteng, yah, pintar sering dibawa olimpiade (walaupun tidak diceritakan dia pernah menang atau engggak) but dibalik semua kelebihan, Adrian, dia itu sebenarnya super labil. Setelah putus dengan Andraini dia malah merasa menyesali pilihannya tapi ngak tau harus berbuat apa-apa. Sementara, Andraini memang semenjak mereka putus diceritakan kalau dia benar-benar cinta mati dan mati-matian ngak bisa sukses buat move on. Karena stress (mungkin) Adrian nyari pelampiasan ke cewek bernama Chacha. Dan setelah menggebet Chacha, Andraini juga punya gebetan Ravi. Part 14 diisi full sama Andraini-Ravi time. Dimana Ravi ngungkapin perasaannya dan Andraini juga jujur sama perasaannya yang masih tergantung sama Adrian.

At least, aku ngak bisa mendustai kehadiran nilai-nilai moral dari qoute-qoute yang disajikan. Meskipun kadang dalam satu part kehadirannya berlebihan tapi tidak ada yang salah dengan sesuatu hal yang bisa membuat orang yang membaca lebih baik. Dan memang itulah tujuan dari satu tulisan. Harus ada benefit, harus ada pesan yang tersampaikan ke pembaca.

Setelah habis membaca semua, aku akhirnya berhasil ngerangkumin saran buat si penulis kece kita ini..

Aku lihat dari bio, kamu pernah kan ya masuk 200 besar puisi terbaik dalam event besar, jadi nggak salah kalau dalam setiap part itu aku suka banget sama puisi-puisi kamu. Puisinya ringan, ngak perlu memakai diksi atau majas yang puitis karena sesederhana itu saja sudah bisa mewakili perasaan satu part. Kamu berminat buat nge-mix-in cerita itu kan? Itu keren, jarang-jarang ada yang buat gitu. Aku rekomendasiin nih kamu buat nonton sinetron Roman Picisan (serius ini bukan endorse). Sejarahnya aku nggak pernah suka nonton sinetron, tapi pas tau cogannya yg di sini bukan bad boy, bukan cowok badung, bukan cowok jalanan, eh, ternyata cowok sastra, aku langsung kepincut. Terlebih kan pas, dia berlatar anak SMA. Kalau kamu nanti tonton, coba bentuk ceritanya jadi begitu. Kamu buat puisi di awal ataupun akhirnya aja. Jangan seenak jidat tiba-tiba ada kalimat panjang, di-italic, tanpa babibu, di tengah part. Itu benar-benar anti-mainstream memang, tapi hanya akan memperkeruh suasana hati reader saja.

Soal EYD, kata baku/nonbaku, bahasa asing, typo. Jujur emang masih suka bertebaran di sana sini. Itu wajar-wajar aja sih. Yang namanya tulisan ngak akan bisa lepas dari serangan typo dkk. Aku ngak bisa mention di sini, tapi aku janji setelah ini, akan langsung on the way ke cerita Adrian lagi buat nunjukin langsung. Aku harap kamu mau menerima cara absurdku ini dalam me-review. Saran di sini, banyak-banyakin baca materi kepenulisan. Di wattpad bejibun materi-materi kepenulisan berserakan. Atau ngak perlu jauh-jauh, Jendela Kata juga nyediain materi kepenulisan. Kamu bisa cek, masukin library, baca ketika senggang. Nggak akan ada usaha yang sia-sia.

Kamu milih POV1 kayaknya tanda tahu apa resikonya. Resiko POV1 itu ceritanya rawan banget berujung pada curhat, berujung pada diary, berujung pada narasi yang menurut kita keren tapi pembaca bacanya ngak jarang sampai eneg. Kalau yang satu ini aku memang juga belum bisa lepas. Tapi aku sedikit ngantisipasinya dengan dua kali mikir dalam milih diksi. Jadi sekalipun kita cuma bisa di narasi tapi pembaca enjoy dan ikut menikmati diary kita itu.

Oiya, satu part itu terlalu pendek, Nad. Nanggung banget serius. Kadang di satu part yang kamu posting itu malah setengahnya diisi author note semua. Coba deh kamu targetin buat nulis satu part itu dalam rentang 900++ tapi ingat, tidak termasuk author note. Jadi dia walaupun cuma 900++ words itu pure buat cerita semua. You can do it.

Karena barusan aku sok Inggris jadi ingat sesuatu nih. Pas baca aku banyak banget nemu bahasa Inggris gitu. Memang loe-gue identik, dan ngak jauh-jauh dari English. Tapi kamu juga harus hati-hati. Harus lebih mengerti enaknya dimana gitu. Jangan tiba-tiba karena ada kata “baru” kamu pikir, ah bahasa Inggrisnya “new“, langsung kamu cantumin mentah-mentah. Itu kesalahan besar. 

Yang terakhir untuk masalah content cerita, sebelum publish aku saranin supaya dibaca ulang dulu sampai beberapa kali. Secara ngak langsung ketika kamu baca, kamu bakal nemu titik-titik kesalahan itu dimana aja. 

Serius, ini yang terakhir, kalau ini nggak terlalu berhubungan sama cerita lagi. Jadi hidup semua orang punya basic masing-masing. Mungkin kamu masih belum (belum ya, bukan tidak) dapat di cerita, tapi aku yakin kamu ngak akan kalah cemerlang di puisi. Sekarang bukan cuma novel yg diterbitin. Antologi puisi lagi nge-trend-nya sekarang. Aku udah baca salah satu puisi kamu yang di Quotes Real. Aku kira kamu bakal ngerasain sendiri kamu nyaman itu dimana. Dan aku nemu perbedaan yg signifikan antara puisi VS cerita kamu. Puisi sudah tembus 60+ part, sedangkan cerita baru 14 part dan terakhir di-update udah lama banget. So, kembangin puisi kamu please. Kamu itu keren. Dan jangan lupa buat ganti genrenya Quotes Real dari Random jadi Poetry. Semakin spesifik dia menandakan semakin prioritas pula kamu kembanginnya. 

Aku rasa sampai di situ dulu. Aku minta maaf yang sedalam-dalamnya untuk tiap ketikan kata yang sampai ada nyakitin perasaan dan tolong jangan sampai disimpan. Kalaupun pengennya di simpan, tolong dilempar sebagian ke hati Hayati ini. Biar Hayati juga bisa ngerasain dan lebih peka sama perasaan Zainuddin.

By the way, salam kenal lho. Kita ini sama-sama newbie. Beruntung pula, kita kebetulan seumuran. Kamu bahkan udah ada tiga karya dan aku masih satu itu juga masih mentok dan jauh dari kata tamat. Aku juga belajar banyak dari kamu. Tetap semangat ya. Keep writing, Nadnad.
Salam literasi!!!
Peluk cium,

Euismalau

Chief Sosmed JK FB

P.S. Untuk yang mau baca cerita Adrian bisa klik di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s