(Wattpad Review) Soulmate by Diajeng Febrianti


Kisah hidup 4 orang fangirl yang berangan-angan bertemu idolanya (ONE DIRECTION). Apakah angan itu akan tercapai??

===

Judul : Soulmate

Penulis : Diajeng Febrianti

Wattpad Id : DiajengFebri21

Genre : Fanfiction

Published : 11 Parts

Status : On Going

Visitors : 177 Reads. 80 Votes. (Fri, 7 Apr 2017)

Cover by : @pout-tae

Last Update : 26 Maret 2017

Rating : 6.1/10.0

Sudut Pandang : Orang Ketiga dan Orang Pertama

Copyright : All Right Reserved

Read more : Soulmate

Review by : @ndyaachitra




Aku benar-benar berterima kasih sama mie rebus rasa soto yang udah bikin fokus lagi di siang hari yang terik ini. Ini pertama kalinya aku nulis review untuk genre fanfiction. Seperti yang kita tahu, di genre tersebut (fanfict) anything can be happen asalkan kita seneng dan fans seneng, semua sah-sah aja. Cerita ini nggak berat, cocok banget buat dibaca di kala senggang, khususnya buat para directioners.

Uniknya, penulis menempatkan dirinya sebagai tokoh dalam cerita. Aku suka fanfict ini karena cukup masuk akal. Karena seringkali aku menemukan fanfiction yang kurang masuk akal. Misal, artis yang dimasukkan ke dalam cerita berasal dari Inggris, tetapi dia menempatkan artis tersebut di Indonesia, alhasil jalinan cerita yang tercipta justru jadi aneh.

Aku senang penulis memilih Inggris sebagai latar ceritanya. Sangat cocok dengan keadaan asli One Direction sendiri. Penulis juga menempatkan dirinya sebagai tokoh utama cerita, dalam fanfiction, hal ini bisa menambah sendiri greget dan feel cerita.

Tak cukup itu saja, teman-teman asli penulis juga ditempatkan sebagai pelaku-pelaku dalam rangkaian kisah di dalam Soulmate.

Untuk kalian yang pernah merasakan betapa bahagia mengagumi seseorang meski tahu orang itu mustahil diraih, patut membaca kisah ini. Mengapa? Karena cerita ini akan mematahkan segala khayalan dan mencoba melarutkannya jadi kenyataan.



Entah mengapa, aku juga sangat suka pemilihan karakter. Twins always make me curious!

Aku selalu suka cerita yang ada twins-nya. Bagiku, ada kesenangan tersendiri ketika membandingkan dua orang yang pada dasarnya lahir di waktu yang hampir bersamaan. Di Soulmate, kita akan bertemu Diandra Catheline Thomas Philips dan Diana Catheline Thomas Philips. Namanya panjang ya? Hampir sama lagi. Waktu awal-awal baca, aku sempet terkecoh untuk membedakan mana Diandra dan mana Diana. Tapi lama kelamaan, perbedaan keduanya mulai mudah ditemukan. Di mana Diandra lebih periang sementara Diana cenderung lebih pemalu.

Tapi perbedaan ini hanya tampak ketika mereka sedang bersama, sementara ketika keduanya memiliki adegan yang berbeda, karakter mereka cenderung menjadi sulit dibedakan. Diana yang harusnya lebih pemalu bisa menjadi sangat periang ketika tak bersama dengan Diandra, seolah mereka orang yang sama. Apalagi, penulis terlalu banyak menggunakan nama panggilan untuk satu tokoh, sehingga itu membuat pembaca lagi-lagi terkecoh.

Kadang, penulis membuat tokoh lain memanggil Diandra dengan sebutan yang mirip seperti ketika memanggil Diana. Saranku, sebaiknya satu tokoh jangan terlalu banyak menggunakan nama panggilan. Apalagi Diandra dan Diana ini tokoh fiksi nyata. Kecuali memang untuk panggilan member One Direction yang memang sudah banyak dikenal dan bukan merupakan tokoh fiksi.

Penulis benar-benar menggunakan segenap kretivitasnya untuk membangun cerita ini. Di cerita ini, aku menggunakan istilah : “Karena ini cerita gue, terserah gue mau diapain.”

Pahamkah? Gini lho, jadi, aku benar-benar menikmati ceritanya karena penulis berekspresi sesuai dengan kehendaknya sendiri, benar-benar dari hatinya mungkin. Lebay ya? Suka-suka gue dong. Kan ini gue yang nulis. Wkwk. Abaikan.

Kembali ke cerita.

Penggunakan POV (Point of View) yang khas fanfiction juga digunakan di cerita ini. Jadi, untuk yang biasa membaca tulisan dengan format novel, mungkin akan agak terganggu ketika membaca pov yang sebentar-sebentar berubah ini.

Dari segi cover, aku sangat menyayangkan karena cover-nya agak buram ketika dibuka di komputer. Meski di handphone tak terlalu terlihat buram, tapi hal ini mengurangi daya tarik orang untuk membuka ceritanya. Saranku, resolusi gambarnya diperbaiki ya kakak penulis.



Di part-part awal, aku menemukan kejanggalan ketika guru Diandra memanggilnya dengan sebutan Mrs dan Ny yang dalam bahasa Indonesia berarti Nyonya atau seorang wanita yang sudah menikah. Akan lebih luwes jika guru memanggil nama saja, atau untuk sopan-santun bisa menggunakan Miss yang berarti Nona. Lebih cocok karena muridnya kan masih muda.

Aku menyayangkan banget ketika di part-part akhir penulis mengganti kata ganti aku-kau menjadi gue-lo. Satu lagi kekuasaan yang lebih besar dari apa pun. Yap, kekuasaan author! Padahal, aku baru menemukan celah-celah keseruan di mana twins mulai dekat dengan 1D. Aku tahu maksud penulis agar ceritanya nggak garing, tapi yang kutemukan justru bayolan-bayolan khas anak SMA dan feel cerita jadi menguap bagai buih rinso.

Yah, aku nggak tahu para directioners menilainya seperti apa. Ini soal taste masing-masing. 

Terlepas dari semua hal di atas, mari kita sama-sama kasih dukungan penuh sama penulis tercinta agar cerita ini bisa segera diselesaikan. Pesan aku, termasuk kalimat terakhir di review ini :

Selesaikan tulisanmu. Karena tulisan yang belum selesai belum dapat disebut sebuah karya secantik apa pun wujudnya.

Thank you. Fighting for Soulmate’s writer.

Best regards,

@ndyaachitra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s