(Wattpad Review) 10 Days With My Devil by Rei Azuki

Apa yang kalian lakukan jika kalian tiba-tiba bertemu seseorang yang kalian kenal, lalu ia mengakui dirinya sebagai iblis, dan mengatakan bahwa pada saat itu juga kamu akan mati? Sudah past, seorang yang pemikirannya masih normal seperti Chinatsu Nomura, menganggap itu hanya sekadar lelucon.

Tapi bagaimana jika itu benar?

Maka, di hari itu, untuk pertama kalinya sejarahh baru tercipta.

Seorang gadis manusia menjalin kontrak dengan para Iblis.



Judul : 10 Days with My Devil

Penulis : Rei Azuki

Wattpad Id : ReiAzuki

Genre : Fantasy

Cover by : zerochan

Hit Rank : #323 in Fantasy

Published : 11 parts 

Status : Completed

Visitors : 3,9K Reads. 1,5K Votes (Senin, 3 Juli 2017)

Rating (1-10) : 7

Tanggapan terhadap cerita ini : LUMAYAN

REVIEWER MEMBACA SAMPAI CHAPTER : 8 ALASANNYA karena aku sudah gak ingin tahu lagi kelanjutannya sehabis liat endingnya di author note. Hehehe. Dan aku gak terbiasa membaca dialog yang mendominasi.

Sudut Pandang yang Digunakan : Orang Pertama

Copyright : All Right Reserved – Copyright by Voltage Inc & ReiAzuki

Read more : http://my.w.tt/UiNb/EKHs9xFtrE

Review by : firala_

Untuk yang punya account wattpad, kunjungi kami di http://wattpad.com/user/jkcommunity

(RINGKASAN CERITA VERSI REVIEWER)

Chinatsu Nomura benar-benar gadis yang beruntung. Dalam sehari saja dia bisa memenangkan undian liburan ke luar negeri, mendapat barang ber-merk secara cuma-cuma, sampai berkencan dengan rekan kerjanya yang terbilang tampan. Tapi, di balik itu semua ada campur tangan Iblis.

Mungkin kali ini Chinatsu benar-benar beruntung, dia berhasil lolos dari perangkap si Iblis. Namun, tetap saja dia harus menyerahkan nyawa oleh Iblis yang tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri. Sekali lagi Chinatsu beruntung, permintaannya untuk memberi kesempatan 10 hari untuk hidup terkabul. Dan, selama sisa hidupnya Chinatsu habiskan bersama kumpulan Iblis dan mempersiapkan hadiah untuk ulangtahun Sang Ibunda.

Di sisa harinya, Chinatsu justru jatuh cinta pada salah satu Iblis. Iblis penjaga yang ia pilih sendiri untuk mengawasinya.


SEBELUM MEMBACA ISI REVIEW INI, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN PENULIS REVIEW UNTUK MENDUKUNGNYA BERKARYA JUGA.

http://wattpad.com/user/firala_


SUDAH?


OKE… BISA KITA MULAI…

===


COVER :
Covernya sudah bagus, ada gambar cogan anime-nya yang diprediksi itu si Iblis. Aku kira gambarnya cuma Iblis saja, ternyata ada satu Malaikat yang nyempil di belakang, wkwk, (aku tau itu malaikat lewat penyampaian narasi tentang penampilan si Malaikat). Tapi aku kurang sreg sama warna judul yang dipakai, terlalu colorfull. Padahal di cover itu sudah banyak tokoh yang menempati cover tersebut, jadi kalau warna judulnya colorfull jadi terkesan ‘terlalu ramai’. Aku lebih prefer jika warna judulnya memakai satu warna dasar saja, tidak perlu ada warna-warna yang lain. Ya itu menurut opiniku sendiri. Tapi tetap bagus kok covernya.

CHAPTER PEMBUKA :
Chapter pertamanya cukup menarik dan membuatku penasaran untuk membuka bab berikutnya. Ya mungkin karena Kakeru memberikan pertanyaan pada Chinatsu yang menjadi poin tersendiri untuk terus membaca kelanjutannya.

EBI :
Nah, ini yang ingin aku ungkit. Sebenarnya alur ceritanya seru, sayang hal tersebut tertutup oleh beberapa kesalahan teknik menulis yang jujur saja membuatku kurang nyaman dalam membaca. Berikut adalah beberapa yang harus diperhatikan:
1. Penggunaan tanda ~ diakhir dialog. Mungkin itu bisa diganti dengan penggunaan elipsis (…) jika di dialog (atau monolog) tersebut berisi kata yang diucapkan dalam intonasi panjang. Contoh: “Hoaamm ….”
2. Penggunaan huruf awal tidak kapital setelah dialog berakhir dan tanda baca pada dialog yang tidak tepat.
Contoh:
– “Ini bukan mimpi[,]” [k]eringat dingin mengalir di pelipisku. ✘
– “Ini bukan mimpi[.]” [K]eringat dingin mengalir di pelipisku. ✔
Tapi untuk dialog tag justru huruf yang dipakai tidak dikapital dan memakai tanda baca koma (,).
Contoh:
– “Baiklah kalau begitu[.]” [U]capnya. ✘
– “Baiklah kalau begitu[.]” [U]capnya. ✘
– “Baiklah kalau begitu[,]” [u]capnya. ✔
Termasuk tanda seru (!) dan tanda tanya (?) untuk dialog tag (ucapnya, ujarnya, sergahnya, katanya, umpatnya, kataku, bisikku) pun harus diikuti dengan huruf kecil diakhir dialog. Ingat, ini untuk dialog tag saja, ya.
Contoh:
– “Apa katamu?” [T]anya Ira. ✘
– “Apa katamu?” [t]anya Ira. ✔
Contoh bukan dialog tag:
– “Apa katamu?” [g]adis itu bertanya kebingungan. ✘
– “Apa katamu?” [G]adis itu bertanya kebingungan. ✔
Contoh bukan dialog tag (2):
(Untuk penggunaan tanda baca titik (.))
– “Kau merepotkanku[,]” [p]ria itu bersungut-sungut. ✘
– “Kau merepotkanku[,]” [P]ria itu bersungut-sungut. ✘
– “Kau merepotkanku[.]” [p]ria itu bersungut-sungut. ✘
– “Kau merepotkanku[.]” [P]ria itu bersungut-sungut. ✔
Contoh-contoh yang lain:
#dialog tag
– Aku berkata[.] “[M]ungkin ini sudah waktunya.” ✘
– Aku berkata[.] “[m]ungkin ini sudah waktunya.” ✘
– Aku berkata[,] “[m]ungkin ini sudah waktunya.” ✘
– Aku berkata[,] “[M]ungkin ini sudah waktunya.” ✔
#bukan dialog tag
– Dia menoleh, mendapati lawan bicaranya menekuk muka[,] “[k]ok cemberut? Senyum dong!” ✘
– Dia menoleh, mendapati lawan bicaranya menekuk muka[,] “[K]ok cemberut? Senyum dong!” ✘
– Dia menoleh, mendapati lawan bicaranya menekuk muka[.] “[k]ok cemberut? Senyum dong!” ✘
– Dia menoleh, mendapati lawan bicaranya menekuk muka[.] “[K]ok cemberut? Senyum dong!” ✔
3. Penggunaan elipsis (…) yang berlebihan. Ini alasan kenapa aku kurang nyaman dalam membaca. Penggunaan elipsis itu digunakan untuk kalimat berintonasi panjang (seperti contoh di atas) dan pengucapan kalimat yang terputus, seperti “Aku ingin … aku ingin kau tetap disisiku.” Jadi sebaiknya gunakan tanda elipsis sesuai wadahnya, ya.
4. Masih dengan elipsis, aku cuma mau kasih beberapa inti yang ingin aku sampaikan.
a. Penggunaan elipsis selalu diikuti dengan spasi, ini menurut kaidah EBI. Contoh: Aku akan selau menunggumu … apapun yang terjadi.
b. Penggunaan elipsis di akhir dialog atau narasi bisa menggunakan empat titik (….)
c. Dalam dialog tag, penggunaan elipsis diikuti dengan tanda koma. Contoh: “Aku ingin mengatakan sesuatu bahwa …,” ucap gadis itu. Masih ada kebimbangan yang kentara dalam perkataannya. “Aku tidak jadi. Lupakan saja.” Contoh lain: “Kakak …,” sahutnya lirih. (Ini untuk intonasi panjang)
5. Beberapa ada kata asing yang tidak dicetak miring / di-italic.

GAYA BAHASA :
Aku tidak bisa menerka gaya bahasa yang kak Rei sajikan di awal bab, karena banyak sekali dialog yang mendominasi. Tapi semakin ke sini, aku akhirnya menemukan narasi yang padat setelah chapter ketiga. Kalau gaya bahasa yang dipakai sih ngalir seperti sungai, juga mudah dimengerti untuk setiap kalangan.

PENGGAMBARAN LATAR :
Kalau dilihat dari nama tokohnya, aku sudah menebak kalau setting tempatnya di Jepang, tapi aku rasa kurang mendetail latar tempat yang dipakai. Maksudku, apakah tempat ini ada di Tokyo? Atau di kota lainnya? Untuk penggambaran tempat lain seperti apartemen, rumah Iblis, dan tempat yang lain sudah cukup oke. 
Untuk suasananya, aku cukup merasakan bagaimana Chinatsu dan Meguru itu salah tingkah atau malu-malu macam orang lagi falling in love. Aku juga dibuat deg-degan saat Meguru akan dihukum karena melakukan hal tabu bagi Iblis. Untuk penggambaran suasana sudah bagus. Cuma kalau terlalu banyak adegan dalam satu bab itu rasanya datar, feel yang mungkin ingin tersampaikan malah pecah, itu yang aku rasain.

KARAKTER TOKOH :
Entah kenapa aku tidak merasakan karakter Chinatsu yang ceria dan bersemangat, seperti yang dimuat di narasi. Mungkin karena efek musibah yang dia hadapi, jadi pembawaan karakternya kurang menonjol.

Untuk Meguru, astaga kenapa ada iblis sebaik dan semanis dia?! Jujur ini cowo idamanku (kenapa jadi oot gini). Dia orangnya peduli banget sama Chinatsu dan gak ingin membuat Chinatsu terluka dengan kata lain, dia melindungi Chinatsu dengan sepenuh hati.

Kakeru, lihat dari karakternya bikin sebel sendiri. Kerjaannya marah-marah melulu. Dia jutek banget.

Menurutku ya Kak, kedua tokoh laki-laki di atas cukup kuat untuk segi karakter. Tapi sayangnya itu tidak ditemukan dalam diri Chinatsu yang notabene pemeran utama.

ALUR, PLOT, KONFLIK :
Seperti yang kuutarakan di atas, alurnya seru banget! Gak kebayang aja jika awalnya dia akan menghadapi semacam rasa takut(?) karena membuat kontrak dengan para Iblis dan ternyata malah jatuh cinta dengan salah satunya. Ditambah lagi aku terkecoh dengan Kakeru yang ingin Meguru tak lagi melakukan tugasnya. Aku kira dia cemburu gitu, eh ternyata ada alasan lain di balik itu semua.

Untuk konflik aku paling ngena saat Kakeru menaruh amarah pada Meguru. Dan klimaksnya juga cukup bikin ketar-ketir, tentang si Chinatsu-Meguru yang akhirnya dibawa ke Dunia Iblis dan mungkin juga akan dikenai hukuman setelah interogasi. Sejujurnya, apa yang aku sampaikan tadi hanya untuk beberapa adegan semata, tidak untuk keseluruhan jalan cerita.

Aku menyayangkan jika kak Rei menaruh adegan yang berlebih di setiap chapter. Aku baca di Author note, kak Rei bisa masukin 2-3 episode versi gamenya dalam satu bab, makanya aku kurang fokus dan menikmati karena adegan yang terlalu banyak. Apalagi moment Chinatsu-Meguru, menurutku itu juga terlalu banyak untuk satu bab. Jadi saranku mungkin beberapa adegan itu bisa dipecah lagi menjadi beberapa bab. 

Dan masalah lainnya adalah dialog yang lebih merajalela (aku bahkan sempat berpikir untuk berhenti baca di chapter 3 karena tidak ada kesinambungan antara narasi & dialog,  tapi rasanya gak fair aja ditambah lagi aku penasaran juga dengan kelanjutan cerita, dan untungnya di chapter 4 dan seterusnya beberapa narasinya berhasil merubah pikiranku untuk berhenti). Sebenarnya sih ada narasi yang mendukung interaksi tokoh dalam berdialog, itu bagus menurutku. Namun, yang aku sesalkan bagaimana kakak kurang mengeksplor narasi untuk menggiring pembaca mengikuti proses cerita itu. Misalnya, narasinya tidak menjelaskan bagaimana perjalanan Chinatsu bersama Kakeru dkk menuju Dunia Iblis. Tidak dijelaskan apakah mereka berteleportasi atau menggunakan portal sebagai media lain, tau-tau mereka udah sampai begitu saja. 

Entah aku yang merasa aneh atau gimana, aku kurang merasakan unsur fantasinya. Oke, mungkin tentang kekuatan Meguru dan daya cium yang tajam dari si malaikat bisa menjadi acuannya. Tapi, itu hanya untuk per adegan saja, tidak tersaji dalam keseluruhan jalan cerita. Ini gak salah sih. Bisa dikatakan cerita ini menganut genre low fantasy, dimana kita tidak perlu repot membayangkan hal rumit tentang magis atau semacamnya.


LOGIKA CERITA (PLOT HOLE) :
Ada dua hal yang membuatku rancu.
Pertama, waktu itu saat Meguru telah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan Kakeru dkk. Setelah itu, dia kabur bersama Chinatsu dari sana. Nah, si Meguru bilang kalau dia tidak bisa membawa gadis itu terbang lantaran seluruh tenaganya telah terkuras. Padahal waktu Meguru membawa kabur Chinatsu kabur dari keberadaan malaikat, dia justru berlari, bukan terbang. Padahal tenaga Meguru tidak terkuras habis, lho.
Kedua, Meguru bilang jika dalam 10 hari berlalu maka Chinatsu tidak akan diambil jiwanya jika keberadaan mereka tak terekspos oleh iblis dan malaikat. Tapi belum genap 10 hari mereka malah keluyuran ke luar. Aku sampai ngata-ngatain mereka berdua saat eksistensi mereka ketahuan juga, wkwk.

Masih ada satu lagi yang membuatku bingung dan bertanya-tanya dalam benak. Mengapa Iblis dan Malaikat bisa saling bekerja sama? Maksudnya saat Iblis membawa jiwa seseorang menuju ke Surga, bukankah itu bentuk kerjasama? Mereka kan kontras sekali ibarat hitam dan putih, dan bisa dikatakan  bermusuhan. Dan di narasi pun tidak menjelaskannya lebih lanjut.

KRITIK DAN SARAN:
Aku salut dengan kak Rei yang mencantumkan disclaimer Voltage Inc dalam cerita ini. Tapi aku pikir ada baiknya kalau cerita ini masuk genre fanfiction, karena semua jalan cerita dan tokoh-tokohnya diambil dari Voltage Inc dengan modifikasi pada bagian ending. Ya itu menurut pendapatku aja sih. Karena ceritanya sudah komplit, mungkin bisa diotak-atik kembali untuk direvisi.

KESAN SETELAH MEMBACA :
Jangan pernah meremehkan kemampuan seseorang, dibalik kelemahannya mungkin terdapat kelebihan yang tidak kamu miliki, itu kesan (atau pesan moral) yang aku tangkap dari adegan dimana sosok Meguru yang sering diremehkan namun dia memiliki kekuatan yang tak boleh disepelekan. Dan aku benar-benar salut sama kak Rei yang bisa menyelesaikan karya ini. Jujur, menyelesaikan satu karya saja itu sulit untukku.

===

Q&A

CHAPTER PALING MENGESANKAN?
Chapter 4, aku suka saat Meguru memperlihatkan kekuatannya di bagian akhir chapter.

TOKOH TERFAVORIT ?
Meguru! Dia lucu soalnya kalau lagi salting :3

SATU KATA UNTUK KARYA INI?
Lumayan.

SATU KATA UNTUK PENULISNYA?
Ganbatte!

YANG PALING MEMBEKAS DI HATI SETELAH MEMBACA?
Meguru benar-benar cowo idaman_. Mau dong satuuu, wkwk.

_PESAN TERAKHIR REVIEW SINGKAT INI?
Hai kak Rei, salam kenal ya sebelumnya. Aku mau bilang terimakasih karena mempercayakan Jendela Kata sebagai tempat untuk mengapresiasi karya ini. Aku habis liat di biomu (ketauan nge-stalk deh) umur kita samaaa… Tapi aku lebih prefer memanggil dengan kata sapaan ‘kak’ karena belum begitu kenal dengan Kak Rei di wattpad. Dan maaf ya kak, aku membacanya pada saat offline jadi tidak meinggalkan jejak sedikitpun. Tapi jika ada waktu senggang, aku akan lanjut baca lagi extra part-nya dan voment di sana. Aku jadi penasaran bagaimana kak Rei membawakan suatu karya dengan ide yang dimiliki kak Rei sendiri, mungkin aku akan stalking lagi buat lihat karya-karyanya kak Rei jika ada waktu luang. Untuk kak Rei, Keep writing yap!


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s