(Wattpad Review) Unsign : Nice To Meet You by In-Young

“Ini tentang nyawa, kekasihmu? Atau seluruh umat manusia?”

Siapa yang bisa menyalahkan takdir? Otak manusia terkadang menstimulus logika yang melandasi nalar. Semua terlihat seperti realita, namun semu. Saat sebagian dunia masih berjalan normal, dan sebagian yang lain telah lenyap, semua berambisi saling menghancurkan.

Kehidupan normal bagi Amanda adalah masa lalu yang takkan pernah bisa terulang. Semua menjadi begitu rumit saat dia bertemu Edward. Kisah masa lalu yang membuatnya menyesal mengenal lelaki.

Namun, sebelumnya Andrew seorang dokter sudah terlebih dahulu mencintainya.

Siapa yang akan ia pilih?

Jalan di depannya tidaklah mulus. Perlahan semua masa lalu yang terpendam mulai mencuat. Masalah muncul saat Edward mulai mengingat semuanya.

Sekarang bukan lagi saat memikirkan kisah cinta mereka. Ini tentang takdir mereka yang meretas logika. Menguak hal apa yang menanti di depan mereka

“Always”  ucapku tegas. Tak ada kata yang lebih bisa menggambarkan cerita kami. Aku tak peduli bagaimana kami hancur bersama dunia ini.

“Always” Dia membalas pelukanku. Selama sisa hidupku, hanya ini yang kurindukan.

Siapa yang bisa menyalahkan takdir?


Judul : UNSIGN: Nice To Meet You

Penulis : IN-YOUNG

Wattpad Id : @Sherexxita 

Genre : Romance, Action, Science Fiction

Published : 23 parts (Last update 16 June 2017)

Status : Ongoing

Visitors : 11,9k reads 995 votes (6 July 2017) 

Rating : 7.9/10.0

Tanggapan terhadap cerita ini : SUKA

REVIEWER MEMBACA SAMPAI CHAPTER : 16 ALASANNYA cukup penasaran tapi lagi kepepet waktu. Maybe nanti lanjut lagi. Hehe.

Sudut Pandang yang Digunakan : Sudut pandang campuran

Copyright : All Right Reserved

Read more :  https://www.wattpad.com/story/95456975-unsign-nice-to-meet-you

Review by : @chitradyaries

Untuk yang punya account wattpad, bisa kunjungi juga kami di http://wattpad.com/user/jkcommunity


Amanda, seorang mahasiswi kedokteran berdarah Inggris-Indonesia yang sedang menyelesaikan studi di kota London. Ia co-ass di sebuah rumah sakit. Pertemuannya dengan Mark Andrewson perlahan membawanya pada ingatan-ingatan masa lalu yang ingin ia lupakan. Akan tetapi, semakin ia mencoba melupakan setiap kenangan itu, orang-orang tak terduga kembali muncul mengisi harinya. Karena pada dasarnya, tak ada batas antara masa lalu dan masa sekarang. Kapanpun—kenangan baik dan buruk bisa muncul di depanmu—tak terduga.


SEBELUM MEMBACA ISI REVIEW INI, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN PENULIS REVIEW UNTUK MENDUKUNGNYA BERKARYA JUGA.

@chitradyaries

SUDAH?

OKE… BISA KITA MULAI…

===


COVER : Kesan Science Fiction dari cover ini menurutku kental banget. Yang kayak gambar koordinat (?) entahlah apa namanya, pokoknya yang di latar hijaunya itu nunjukin Science Fiction yang kental, padahal menurutku isinya lebih banyak ke romance dan action. Tapi cocok sih karena ceritanya agak-agak dark romance. Cuma saranku, judulnya agak lebih di tebelin biar pas lihat langsung WAH gitu. Kesan pertama kan penting. Sama satu lagi, nama penulis dibuat agak sedikit lebih besar. Jika mungkin penulis ingin namanya emang nggak terlalu jelas terlihat, bisa pakai kapital aja semua meski ukuran font nya tetap segitu.


CHAPTER PEMBUKA : Jujur, chapter pembuka di cerita ini menurutku paling kurang mendapat perhatian dari penulis dibanding chapter lain. Pembawaannya menurutku kaku banget. Hehe. Entah penulis sengaja buat kayak gitu karena di sini sudut pandangnya cowok. Cuma penulis yang tahu. Tapi untuk ukuran pembuka yang dihiasi adegan action yang harusnya bikin aku tegang, aku justru dibikin ketawa. Wkwk. Terutama pas baca narasi isi otak dan usus pas kena tusuk dan tembak. Menurutku, narasinya kurang menggambarkan kesan masuk akal. Pertama dia kecelakaan, kena tusuk berkali-kali dan akhirnya ditembak.


EBI : Seandainya novel ini digarap dengan EBI yang mumpuni, sebenarnya aku mau kasih nilai 8 ke atas karena jujur, kalo dari segi cerita, pembawaannya udah oke banget. Tapi kalau drai segi teknis, kurasa masih perlu banyak perbaikan. Aku nemu banyak dialog tag yang keliru, penggunaan kata depan di-, sama partikel pun juga masih perlu banyak perhatian.

Untungnya semua itu ketutup sama alur cepat dan narasi yang mengalir. Lebih diperhatikan ke depannya ya thor.


GAYA BAHASA : Gaya bahasanya ini salah satu faktor aku betah baca sampai tengah. Padahal niatan awal aku mau baca sekitar 5 chapter aja karena lagi capek banget (ehh) wkwk. Tapi enggak tahu kenapa aku keasikan baca sampe keterusan. Dan satu kesimpulan aku, gaya nulis kamu adalah salah satu gaya yang akan terus menghanyutkan pembaca dan bikin nggak bisa berhenti. Dalam sekaligus asyik. Runut, tapi nggak kaku.

Kamu luwes banget di POV 1. Dan aku bisa rasain kamu nyaman di sana. Sedangkan di POV 3, aku masih nemu bagian-bagian yang agak kagok. Saran aku, kalo kamu unggul di POV 1, coba aja dulu kembangin di sana dan nggak perlu pakai POV campuran.


PENGGAMBARAN LATAR : Kurang kuat. Kenapa gitu? Karena bahkan, setelah baca dan mau nulis review ini aku sempet bingung dulu sesaat. Latarnya di mana ya kemarin? Kok gue bisa amnesia gini?

Wkwk. Oke, abaikan ke’amnesiaan aku. Tapi dari sini aku nangkep poin untuk latar. Kamu unggul untuk penggambaran latar dalam lingkup kecil, tapi latar dalam lingkup luas aku kurang nangkap. Kayak apa contohnya? Contohnya kayak pas Amanda di rumahnya dan ke perpustaan kecil. Aku ngerasa di sana hidup. Tapi, pas penggambaran Amanda di Indonesia dan di London, sama sekali nggak terasa.

Saranku, coba deh mulai sesuatu dari luar ke dalam. Kamu banyak mulai part atau chapter dari dalam (baca: perasaan tokoh). Ini nggak salah sih emang. Apalagi kalo POV nya orang pertama. Tapi aku menempatkan diri sebagai pembaca jadi kurang dapat feel ceritanya.

Kayak pas mamanya Amanda meninggal, kamu ngaku nangis pas baca, kan? Aku enggak. Kenapa bisa gitu? Padahal aku cukup cengeng kalo baca yang melow-melow. Karena menurutku penggambarannya kurang. Kamu nangis karena kamu punya gambaran utuh di kepala kamu, sedang aku nggak punya.

Oke, skip. Actually, kamu punya kosa kata yang beragam banget dan aku kasih big thumbs untuk itu. Good!



KARAKTER TOKOH : Salah satu elemen yang kamu berhasil bangun. Dari segi tokoh utama, Amanda kuat banget. Tapi saranku, emang sih menyisipkan masa lalu tokoh utama sangat amat berguna untuk bikin karakter kuat. Dan Amanda menang untuk hal ini. Tapi, entah kenapa karena masa lalu dia itu dijejalkan di banyak banget chapter, aku kadang bingung ngenalin karakter-karakter selain dia.

Aku jadi mikir terus, ini yang mana ya? Loh, yang ini yang mana lagi? Entah itu aku yang emang orangnya kederan atau emang begitu. Haha.

Tapi bener deh, itu menurutku cukup mengganggu dan bikin aku sebagai pemabaca nggak fokus sama konflik utamanya. Pas mau nulis ringkasan cerita versi reviewer di atas aja aku jadi mikir berkali-kali untuk nyusun alur yang asli. Kenapa aku bilang yang asli? Karena banyak banget alur sampingan (baca: flashback) yang mengaburkan keasyikan masa sekarang.

Oh ya, karena nggak ada slot untuk komen soal POV, Aku komen di sini aja. Tadinya aku dah mau komen blak-blakan soal POV campuran di sini. Tapi setelah baca work-nya kak Arynilandary aku jadi lebih calm. Wkwk. 

Di sini tokoh utama dikasih POV 1.

Sedangkan tokoh lain diberi POV 3.

Ada penulis dunia yang suka pakai POV macam ini. Namanya siapa, aku lupa. Maybe kamu penganut aliran serupa?

Tapi, demi kenyamanan pembaca, aku saranin untuk berubah POV di chapter berbeda deh. Jangan Cuma dibatasin pake garis. (Untuk hal ini aku belum yakin apa saranku benar atau enggak. Itu sesuai yang aku ketahui selama ini. Soalnya aku belum pernah baca POV campuran penulis yang dimaksud itu.) Beda sama sastra ya, kalo sastra emang kebanyakan pake alur campuran dan itu nggak masalah.


ALUR, PLOT, KONFLIK : Nggak banyak sih di sini, udah aku bahas lumayan banyak juga di atas. Cuma nambahin aja. Kadang aku nemu kalimat-kalimat yang kurang efektif, selama masih bisa dicerna sih nggak apa-apa. Cuma ada beberapa kalimat kurang efektif yang membuat salah tafsir. Contohnya : “Kau marah denganku?” bisa aja diartikan : dia marahnya bersamaku. Sama-sama marah gitu.

Lebih tepat harusnya begini : “Kau marah padaku?”

Lebih enak, kan kedengarannya?

Tentang penyusupan unsur Science Fiction di novel ini. Sebenarnya, sampai pada part yang aku baca, kesan yang kutangkap tentang Science Fiction terasa seperti dijejalkan tanpa diberi cukup ruang untuk dicerna.

Contohnya kayak adegan pas Amanda sama Edward di dalam mobil terus ada kerusuhan di jalan (?) wkwk. Detailnya agak lupa. Sama waktu ada gempa bumi. Terlalu cepat adegannya dan setelahnya sama sekali nggak disinggung-singgung lagi. Menurutku kesannya jadi agak aneh. Seolah bencana kayak gitu Cuma iklan sambil lalu aja. Padahal aku berharap banget dapat narasi yang sebagus adegan di rumah sakit. Sayangnya kurang banget di bagian ini. Jadi, kesan di aku tuh kayak nih adegan nggak penting. Padahal kan kalo baca blurbnya, justru adegan scifict itu yang penting. Entahlah, aku belum baca lagi.

Aku selalu suka gaya kamu potong tiap bab. Bikin pengin lanjut terus. Apa lagi ya? Hmm … kayaknya udah itu aja deh.



LOGIKA CERITA (PLOT HOLE) :

Gendong ala bridal style sambil main gadget. Aku jadi bayangin kek gimana. Ribet deh pasti.

Selebihnya udah aku komen di atas yaw thor… J



KRITIK DAN SARAN :

Lebih perhatikan EBI dan kesinambungan alur ya thor. Kadang terlalu banyak memasukkan masa lalu tokoh ke cerita, apalagi itu di tengah-tengah adegan bikin fokus pembaca mengabur. Tapi ini cerita SERU. Beneran deh. Kalo enggak, aku nggak mungkin betah baca sampai 16 chapter. Tipe tulisan kamu adalah tipe yang nggak bisa dikomen sepintas lalu aja. Pertahankan dan terus belajar yaa… EBI-nya ditingkatkan terus supaya pembaca nyaman. J



KESAN SETELAH MEMBACA :

Panas-dingin. Kenapa gitu ya, agak gemes kalo Amanda skinship sama Edward. Wkwkwk. Penasaran sama yang ngejar-ngejar Edward. Apa benar si Frederick pamannya Manda? Atau justru orang lain. Pokoknya baca aja deh untuk tahu lengkapnya.


===

Q&A


CHAPTER PALING MENGESANKAN?

Chapter pas Edward sama Amanda di Bali dan dikejar-kejar. Lupa chapter berapa, pokoknya itu seru deh. Lucu aja pas Edward nyari makanan demi Manda.


TOKOH TERFAVORIT ?

Edward. Berengsek tapi soksok polos. Wkwkwk. Bikin penasaran sebenarnya dia tuh orang kayak gimana. Secara, kan dulu dia pacarin Manda Cuma demi dapat mobil. Tapi menurutku dia beneran suka deh sama Manda. Entahlah ….


SATU KATA UNTUK KARYA INI?

Misterious.


SATU KATA UNTUK PENULISNYA?

GREATSTORYTELLER. (SATU KATA, KAN? WKWK)


YANG PALING MEMBEKAS DI HATI SETELAH MEMBACA?

Adegan di rumah sakit pas baru kedatangan pasien. Kebayang banget narasinya waktu adegan itu. Berasa paniknya. Bagus!


PESAN TERAKHIR REVIEW SINGKAT INI?

Maafkan aku yang lambat sekali dalam bekerja. Huft. Sebenarnya aku baca dah lumayan lama, tapi entah kenapa kesibukan membuatku tersendat (baca: malas) untuk segera nulis review dan setor untuk diposting. Tapi, pengalaman banget deh dapat dunia kedokteran. Jadi tahu beberapa istilah yang sebelumnya aku nggak tahu.

Great story! Pertahankan, perbaiki dan salam kenal. Jangan lupa follow aku. Eh, udah ya? Wkwkwk. Sip deh. Semoga berkenan dengan review abal ini.


Salam seperjuangan,


chitradyaries




NOTES : 

YANG DIISI HANYA YANG TULISAN WARNA HITAM. YANG TULISAN MERAH, MOHON TIDAK DIUBAH-UBAH.


LANGKAH-LANGKAH MENULIS REVIEW CERITA WATTPAD :

Siapkan catatan dan mulailah mulailah menganalisis poin-poin detail seperti judul, jumlah chapter, genre dan lain sebagainya. 

Setelah semuanya tercatat, barulah baca perlahan mulai dari awal. Jangan terburu-buru dan cobalah menganalisis gaya bahasa penulis. Apakah gaya bahasanya easy going, berat, puitis, mirip novel terjemahan?

Analisis juga mengenai penggunaan dialog, ejaan, dll. Jika kamu mengerjakan tidak sekali selesai, ada baiknya tulis semua penemuanmu di catatan agar kamu tidak bekerja dua kali nantinya dan apa yang sudah kamu temukan tidak hilang.

Dengan menilai, kita juga ikut belajar. Karena itu, cobalah perhatikan sampai detail terkecil sekalipun. Catat hal-hal yang sekiranya mengganggu. Kalau kamu cukup baik, screenshot dan masukkan di reviewmu agar penulis yang bersangkutan bisa memperbaiki dengan tepat nantinya.

Cobalah menilai dengan jujur. Jika ingin mengkritik, berilah solusi juga.

Apa perlu membaca keseluruhan chapter untuk mendapatkan kesimpulan tentang seperti apa karya yang kita baca? Menurutku itu nggak perlu. Karena jika kita membaca karya yang tidak kita sukai, pasti rasanya menyiksa kan? Karena itu, bertindaklah sebagai pembaca yang bijaksana. Cukupkan bacaanmu jika kamu mulai merasa tak tertarik. Di review nanti kamu bisa utarakan alasan yang membuat kamu berhenti membaca karya penulis tersebut.

Walaupun tak membaca keseluruhan, tetaplah berusaha profesional dengan tetap menganalisis keseluruhan poin yang ada di form. 

Seorang reviewer boleh mengatakan suka, tapi jangan lupa beri alasan mengapa kamu suka.

Apa reviwer perlu memberi vote dan komentar di work yang direviewnya? Ini semua kebebasan reviewer masing-masing. Tapi aku sarankan hanya memberi vote jika mau. Sementara komentar-komentar lebih baik disimpan dan seluruhnya dituangkan di review yang kamu tulis.

Jika work yang kamu ingin review ternyata di privat? Cukup kamu dm ke penulisnya dan katakan bahwa JK tak menerima review untuk work yang diprivat.

Jangan lupa buat quotes dengan menandai kata-kata yang kamu sukai dari work yang kamu review. Nggak usah ribet pakai aplikasi quotes maker kok. Cukup pakai standar wattpad. Caranya gimana? Caranya kamu blok pada kata-kata yang kamu suka kemudian klik tanda kutip (“..”) yang muncul di pojok kanan atas. Kalau kamu mau kreasiin pakai gambar-gambar punyamu juga boleh banget. Nanti quotes-quotes ini juga akan diposting di ig kita lhoo… 

Sudah selesai? Nah, jika sudah selesai dengan semuanya, kamu bisa kirim hasil pekerjaan kamu ke line owner dalam bentuk MS word. Jangan lupa, screenshot profil dan cover work yang kamu review dikirim juga dalam bentuk gambar (jangan dicantumkan di dalam MS WORD). Satu lagi, quotes yang udah kamu buat juga ikut kirim. 

Untuk kirim ms word di line, kamu bisa langsung klik kirim file atau di upload dulu di line keep yaa…

Nah, selesai deh.

Sekarang kamu tinggal tunggu kerjaan kamu nangkring di wattpad dan blog JK.

Semoga dari sini, dari belajar nulis review kecil-kecilan, ke depannya kamu bisa nulis sendiri review di media massa atau tempat lain yang menghasilkan uang yaaa…

Thank youu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s