(Wattpad Review) Ketika Angin Membawa Sayapku by Denisa Tomaselli

Badai penderitaan yang menerpa Johanna Verhoeven dimulai kala Nippon tiba di tanah Hindia Belanda, kala terputus untaian cintanya yang maha indah dengan Robben van der Linden. Terlebih lagi, kecantikan yang dimilikinya telah menyeretnya menuju jurang kenistaan tak berdasar kala dirinya dipaksa menjadi jugun ianfu.

Dan hadirlah Asano Hiroishi sebagai pahlawan yang telah membebaskan Johanna dari jurang tak berdasar itu. Namun, tetaplah pembebasan itu melahirkan seberkas aib dan mengoyak martabat. Johanna telah menjadi seorang “nyai” bagi Asano Hiroishi yang mengaku mempergundik Johanna atas dasar cinta. 

Zaman telah berubah. Raksasa Eropa telah ditumbangkan. Wanita Belanda yang terhormat kini tak ubahnya budak Nippon yang hina dina dan menjijikkan. Pada masa inilah Johanna mengecap pahitnya hidup dalam sangkar takdir, hidup dalam ketidakberdayaan dan kepatuhan pada sang tuan, meski kesumat membara dalam dada. Sembari berjuang membangun kembali harga dirinya yang telah runtuh, akankah ia diberi kesempatan meniti benang kusut tentang cinta dan memaknai kembali arti kehidupan?

_________________________________

– Jugun ianfu = pelacur yang melayani tentara Jepang pada masa Perang Dunia II

– Nyai = gundik, simpanan, bini gelap, istri tidak sah



Judul : Ketika Angin Membawa Sayapku

Penulis : Denisa Tomaselli

Wattpad Id : DenisaTomaseli

Genre : Historical Fiction

Cover by : 

Hit Rank : 

Now Rank : 

Published : 16 parts

Status : On Going

Visitors : 30,6 ribu kali dibaca; 2,02 dukungan suara (Jumat, 14 Juli 2017)

Rating : 8

Tanggapan terhadap cerita ini : SUKA

REVIEWER MEMBACA SAMPAI CHAPTER : 5, ALASANNYA, Mungkin ini bingung ya, bilangnya suka, jadi kenapa cuma baca sampai chapter 5? Sebenarnya aku sedikit terkejut ketika menemukan cerita pilihanku ini, berlabel “Konten Dewasa”. Bukannya aku sok alim atau gimana, tapi cerita ini pake POV 1 dan keren banget di narasi. Jadi, kebayang dong itu nanti gimana hehe.

Sudut Pandang yang Digunakan : Orang Pertama

Copyright : 

Read more : https://www.wattpad.com/story/52722594?utm_medium=link&utm_content=story_info&utm_source=android

Review by : http://wattpad.com/user/euismalau

Kunjungi juga : http://wattpad.com/user/jkcommunity untuk membaca review-mu dalam format wattpad.

Menceritakan tentang kehidupan seorang noni Belanda bernama, Johanna Verhoeven

Johanna terpaksa harus melewati masa-masa sulit sejak kependudukan Jepang di Indonesia. Sejak berakhirnya Perang Dunia I dan Belanda mundur dari Nusantara. Akibatnya, Johanna kehilangan ayahnya yang dibawa ke kamp Jepang dengan paksa. 

Lewat pengusiran itu, Johanna memilih untuk tinggal bersama Suzanne, sahabatnya. Cukup lama hidup sedikit tenang hingga bertemu sosok Nyai Risdayanti yang mengubah sebagian kecil persepsi dalam dirinya.

Cerita berawal dengan latar sebuah rumah bordil. Entah bagaimana, Johanna berada di dalamnya. Sebagai pemuas nafsu para Saudara Tua yang haus belaian. 

Lewat suatu malam, Johanna berhasil keluar dari sana. Bertemankan Asano, menuju dunia baru. Dunia baru, di mana dia bukan lagi seorang jugun ianfu, melainkan seorang Nyai milik Asano.

SEBELUM MEMBACA ISI REVIEW INI, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN PENULIS REVIEW UNTUK MENDUKUNGNYA BERKARYA JUGA.

http://wattpad.com/user/euismalau

SUDAH?

OKE… BISA KITA MULAI…

===


COVER : Kalau kita membaca blurb terlebih dahulu, setelah itu bergerak ke cover, kita akan tahu betapa penulis ingin menggambarkan sosok Johanna Verhoeven lewat ilustrasi wanita di sana. Aku tidak ingin berbicara banyak di sini, yang pasti cover sudah menjelaskannya dengan baik.

CHAPTER PEMBUKA : Benar-benar dramatis ya. Dramatis dalam artian positif. Penulis berhasil membuat pembaca harus membaca cerita lamat-lamat dan akhirnya meringis.

EBI :
Soal EBI aku rasa udah bagus banget. Memang kalau dilihat kasat mata, bakalan banyak kata-kata yang tidak baku. Sebenarnya dalam artian, kata itu tidak dimuat lagi di KBBI versi terbaru. Menurutku penulis benar-benar memahami betul cerita ini. Karena memakai latar waktu tahun 1940-an, jadi ejaan bahasa Indonesianya tentu saja belum seperti sekarang. Seperti membaca novel dengan KBBI lama. Seperti itulah kata-kata di dalamnya.

Kekurangannya hanya pada masalah salah ketik. Aku sering ketemu dengan kata-kata yang kekurangan huruf atau hurufnya tidak tepat. Mungkin dalam proses proofreading-nya masih kurang jeli. Tapi itu hal lazim, semua juga sering seperti itu. Maaf aku nggak bisa komen inline. Efek membaca offline hehe. Tapi, aku ada screenshoot-an dari kata-kata yang salah itu, kalau memang penulis mau, kasih e-mail aja, nanti aku kirimkan. 

GAYA BAHASA : Apik. Luwes. Pokoknya pembaca benar-benar terbawa ke dalam imajinasi yang digambarkan penulis. Apalagi penggunaan POV 1 yang menurutku sukses. Pembaca akan dibuatnya menikmati dan tidak akan bosan sama sekali. Meskipun jumlah kata yang ada di tiap part lumayan panjang dan full narasi. 

PENGGAMBARAN LATAR : Lebih spesifik dari buku Sejarah yang kita baca di sekolah. Di sini suasananya digambarkan begitu mencekam … proses perubahan sosial Eropa di mata pribumi yang begitu drastis dan menjatuhkan …. Semua digambarkan begitu mendetail. 

KARAKTER TOKOH : 

Kuat. Sangat kuat. Johanna yang sudah diombang-ambingkan oleh banyak pergumulan tidak serta-merta dibuat menyerah pada keadaan. Johanna masih dengan keras kepalanya. Menjunjung tinggi martabat sebagai noni Belanda. Sampai yang paling mencengangkan, setelah dibawa oleh Asano pun dia tidak menunjukkan kesan pasrah. Aaaa … sosok Johanna yang kuat benar-benar membuatku iri.

Untuk tokoh lain pastinya tidak jauh berbeda ya. Tapi, yang kusoroti cukuplah hanya Johanna. 

ALUR, PLOT, KONFLIK : Ketiganya berpadu dan berhasil membuat ceritanya menarik. Aku belum bisa melihat konflik apa yang akan menimpa Johanna ke depan. Tentunya, di balik kenyataan bahwa dia akan menjadi Nyai dari Asano. Aku penasaran dengan apa yang akan terjadi setelah mereka bertunangan. Bagaimana nasib Johanna ke depan, apakah akan senasib dengan Nyai Risdayanti, atau dia bisa kembali pada kehidupannya yang lama, bertemu ayah dan tunangannya. Ah, hanya penulis yang tahu.

LOGIKA CERITA (PLOT HOLE) : Aku merasa sepanjang cerita semuanya masuk akal. Entah aku yang minim ilmu Sejarah, tapi aku menemukan beberapa fakta yang memang benar-benar pernah diceritakan guru di sekolah. Bahkan banyak hal-hal yang baru aku tahu setelah membaca cerita ini. 

KRITIK DAN SARAN :

Semoga cerita ini bisa berlanjut terus sampai tamat. Mungkin ke depannya lebih divariasikan. Jangan pelit dengan dialog. Karena kadang pembaca juga akan bosan dengan narasi melulu. Pokoknya lebih divariasikan untuk chapter ke depan. 

Setelah membaca sampai part 5, aku sempat adain speed reading sampai part terakhir. Sebenarnya bukan speed reading hanya numpang lewat, niatnya untuk melihat author note hehe. Dan aku ketemu sama part surat, kalau tidak salah itu lebih satu part, dan isinya pake italic semua. Menurutku kayaknya nggak apa-apa kalau nggak di-italic. Karena ya, nggak banyak pembaca betah dengan italic. Aku sendiri juga gitu. Mata jadi sakit baca yang miring-miring. Mungkin penulis punya ide untuk mengatasi ini?!

KESAN SETELAH MEMBACA :

Aku sebenarnya, pengin sekali menyelesaikan bacaan ini. Kebetulan juga guru di sekolahku penyampaian materi Sejarah menarik dan itu membuatku jadi tertarik sama mapel Sejarah. Beruntung bisa ketemu dengan bacaan seperti ini. Walau bacaannya agak ‘berat’ tapi kalau lamat-lamat akan dapat juga. 

Mungkin sedih ya, baca cerita seperti ini. Di mana perempuan benar-benar tidak dianggap sebagai satu individu utuh. Diperlakukan layaknya binatang …. Jadi pemuas nafsu bejat kaum Adam …. Miris sekali membacanya. Tapi, untung saja, yang disorot bukanlah perempuan pribumi (maafkan aku noni). Kalau sampai cerita perempuan Indonesia yang disoroti, mungkin akan sangat menguras perasaan lebih lagi. 

Fyi, dalam sejarah pe-review-an, belum pernah aku berbicara seformal ini. Memang benar, bacaan memiliki kekuatan untuk mengubah pembacanya. And here I am, sudah diubahkan oleh novel ini dan jadi makhluk berbeda sepanjang menulis hasil review. Mungkin di lain waktu, jika membandingkan hasil review yang pernah kubuat, aku akan tertawa paling keras di hasil review yang ini.

Pokoknya cerita ini sangat kurekomendasikan! Pastinya untuk umur yang tepat hehe.

Oiya, kirim salam untuk Nyai Risdayanti. Ada penggemar beratnya di sini. Aku benar-benar suka dengan semua pandangannya. Dia itu kayak Kartini, cuma Kartini tipe modern yang udah punya pengalaman panjang tentang perempuan. Semua yang dikatakannya, aku acungi jempol. Dia kayak wanita revolusioner, yang coba aja disokong bakalan berhasil mengubah stigma masyarakat tentang kesetaraan gender. Merdeka!!!

===

Q & A

CHAPTER PALING MENGESANKAN?

Chapter 4 – Rindu. Sebenarnya mulai dari chapter 3, tapi ada satu kalimat yang benar-benar kusoroti di bab keempat itu. Kalimat yang sedari dulu selalu kupertanyakan sendiri, “Kenapa bisa seperti itu?” Dan akhirnya aku bertemu dengan Nyai Risdayanti di cerita ini. Yang persepsinya sama denganku. Walaupun dia sudah kelihatan pasrah dan aku tentu tidak. Yeah.

“Menjadi perempuan memang sulit, ketika kesucian dijunjung tinggi dan dijadikan simbol kehormatan, sementara kaum lelaki dapat leluasa tinggalkan jejak air mani di mana-mana tanpa kentara. Perjaka atau tidaknya lelaki tak dapat ditengarai. Sungguh tidak adil.”

Ya, sungguh tidak adil.

TOKOH TERFAVORIT ?

Off course, Nyai Risdayanti.

SATU KATA UNTUK KARYA INI?

Recommended!

SATU KATA UNTUK PENULISNYA?

Fighting!

YANG PALING MEMBEKAS DI HATI SETELAH MEMBACA?

Bahwa seyogyanya, hak perempuan haruslah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Noni Belanda, Johanna, sebenarnya perwujudan perempuan di negeri ini. Kartini sudah mati-matian membela kesetaraan gender, kenapa masih sulit untuk mendapatkannya saat ini?

PESAN TERAKHIR REVIEW SINGKAT INI?

Terima kasih sudah membaca hasil review ini. Terima kasih juga sudah ikut berpartisipasi dalam program JK Review ini. Semoga cerita ini ke depan lebih disoroti. Keep writing!

Akhir kata, reviewer minta maaf untuk kekurangan dalam hasil review di atas. 

Salam kenal. Salam literasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s