(Wattpad Review) Antariksa Untuk Samudera By Fadita Ayu Azzahra

Kita pernah memiliki harapan yang sama, kita-pun pernah membuat berjuta-juta kenangan yang rasanya sangat sulit dilupakan. Sejak saat itu, aku tahu bahwa Antariksa hanya ditakdirkan untuk mencintai Samudra.

Biarkan Antariksa berjuang untuk selalu mendekatkan dirinya dengan Samudra yang luas dan menjaga sang Samudra, sampai Samudra itu menolak Antariksa untuk pergi.

Kita pernah berjanji untuk saling menjaga hati, hingga tidak ada satupun perasaan kecewa. Sampai akhirnya, duniaku hancur, seperti kaca yang remuk setelah kau pergi.

Judul : Antariksa Untuk Samudera [Slow Update]

Penulis : Fadita Ayu Azzahra

Wattpad Id : @gldsZaza

Genre : Teenfiction

Cover by : fairygraphic

Hit Rank :

Now Rank : 

Published : 15 parts

Status  : On Going

Visitors : 2,17 ribu kali dibaca; 494 dukungan suara (Rabu, 28 Juni 2017)

Rating : 6,5

Tanggapan terhadap cerita ini : LUMAYAN

REVIEWER MEMBACA SAMPAI CHAPTER : 10, ALASANNYA, MENGIKUTI RULES MINIMUM DARI JK REVIEW, TERLEBIH BELUM ADA HAL YANG BISA BUAT AKU BERTAHAN SAMPAI CHAPTER TERAKHIR UPDATE.

Sudut Pandang yang Digunakan : Orang Ketiga

Copyright  : 2016 by GldsZaza

Read more : http://my.w.tt/UiNb/7i6xzCwOjE

Review by : Euis [http://my.w.tt/UiNb/j5jG2DAOjE?utm_campaign=invitefriends&utm_medium=link&utm_source=android]


Kunjungi juga : http://wattpad.com/user/jkcommunity untuk membaca review-mu dalam format wattpad.

(RINGKASAN CERITA VERSI REVIEWER)

Laut menyukai Lenta. Gadis pendiam, korban bully di kelas, dan paling tidak bisa pelajaran olahraga, yang telah mencuri hatinya. Entah apa yang telah membuat kapten basket itu terpikat begitu dalam. Hingga suatu waktu, Laut memiliki kesempatan untuk mengenal sosok perempuan yang disukainya lebih jauh. 

Sebulan berlalu sejak kedekatan keduanya, Lenta mengalami perubahan signifikan dalam dirinya.  Lenta jadi lebih percaya diri dan tak lagi jadi korban bully Senja, mantan kekasih Laut. Dalam fase perubahan itu, tanpa diketahui Laut, Lenta pernah menjalin hubungan dengan Atlantik. Laut mengetahui kebenaran itu setelah mengutarakan cintanya pada Lenta. Laut sempat kecewa, namun tak disangka di malam mereka dinner berdua, Lenta menerima perasaan Laut.

Hari pertama mereka pacaran mungkin kelihatan mulus. Tapi tidak lagi, sejak Senja menyusun taktik jahat dibantu Atlantik. Lenta yang ternyata masih menyimpan rasa pada Atlantik dijebak oleh taktiknya. Keadaan hubungan mereka sempat keruh untuk beberapa waktu karena masalah ini. 

Ya, tidak ada badai yang tidak berlalu. Sama seperti hubungannya, tidak semudah itu pupus. Hingga tak lama setelah masa break keduanya menemukan titik temu. Alasan mengapa hubungan keduanya diganggu.

SEBELUM MEMBACA ISI REVIEW INI, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN PENULIS REVIEW UNTUK MENDUKUNGNYA BERKARYA JUGA.

( Euis] http://my.w.tt/UiNb/j5jG2DAOjE?utm_campaign=invitefriends&utm_medium=link&utm_source=android )


SUDAH?


OKE… BISA KITA MULAI…

===


COVER : Soal cover, aku lebih suka sama Book Jacket yang di part 5. Karena di sana kelihatan jelas ya pembagian antara Antariksa sama Samudera-nya. Tapi gapapa juga sih, yang sekarang juga bagus. Aku nggak bisa komen banyak soal cover. Karena aku sendiri pun kalau mikir cover tergantung sama selera sendiri aja, nggak terlalu peduliin hubungannya.

CHAPTER PEMBUKA  : Kalau aku pribadi suka sama penyajian prolognya. Langsung dimulai sama paragraf-paragraf kecil, penggambaran sosok Lenta, penggambaran perasaan Laut juga. Langsung to the point dan mewakili garis besar alurnya.

EBI : Kalau masalah teknis mungkin banyak ya bolong-bolong di sana-sini. Cuma itu bisa dipelajari lebih lanjut. Aku bagi langsung ke garis besar yang perlu diperdalam aja ya :

Peleburan imbuhan. Kayak, memperhatikan. Harusnya kan memerhatikan. Mungkin ini nggak terlalu diperhatiin dalam nulis fiksi, tapi kayak kata salah seorang penulis ilmu menulis di Wattpad (aku lupa namanya), kalau menulis fiksi juga butuh teknik.

Penggunaan kata depan di/ke. Banyak kata yang seharusnya dipisah, eh, malah digabung. Intinya, kalau diikuti kata keterangan tempat maka harus dipisah. Itu aja.

Perhatikan kata-kata yang typo ya. Kadang ketemu sama kata yang kurang beberapa huruf di dalamnya.

Satu hal yang perlu penulis tahu itu, kalau dialog tag nggak pernah pake kapital. Misalkan: 

“Lo harus jadi pacar gue, sekarang!” Titah Laut ×

“Lo harus jadi pacar gue, sekarang!” titah Laut ✓

Aku banyak banget nemuin dialog tag yang dijadiin serupa sama kalimat pertama (yang salah). Lebih diperhatikan lagi, ya.

Kalau nggak lagi percakapan langsung (tatap muka), aku rasa nggak perlu jadi pake apostrof (‘) tetap aja pake kutip dua (“) terus di-italic. 

Soal penggunaan elipsis ( … ).

GAYA BAHASA : Easy-going ya. Ngalir. Ala-ala cerita Teenfiction lazimlah pokoknya. Ringan. 

PENGGAMBARAN LATAR : Kalau soal latar, over all, aku rasa cukup jelas.

KARAKTER TOKOH :

Sebelum ke karakter, aku mau bahas nama tokohnya terlebih dahulu. Entah kenapa aku nggak suka sama nama-nama tokohnya.

Laut, Pluto, Venus, Surya, Senja, Atlantik,  Kana dan Netta (sampai part 10).

Ayo kita kelompokkan, jadi dua kelompok besar. 

Laut, Samudera, Atlantik

Antariksa (nama belakang Laut), Pluto, Venus, Surya, Angkasa

Lah terus, Senja Kharisma ke mana?

Dan, hmm, Lunetta Anggita?

Kana? Okelah dia cuma figuran.

Menurutku semua namanya, hmm, nggak bisa aku terima. Gimana ya … bagus sih penulis mau nama tokohnya anti-mainstream, tapi menurutku bukan begini caranya. Atau kalau tetap mau mmempertahankannya, coba bagi mereka semua (tokoh-tokohnya) ke dalam satu kelompok besar aja. Misal, cuma benda-benda langit atau perairan. Kalau masalah dijadiin nama kedua (kayak Antariksa atau Samudera) mungkin ya, bolehlah. Walaupun ‘agak gimana’ juga.

Terus, nama Laut. Aku benar-benar kurang sreg sama namanya dia. Padahal di sini Laut jadi tokoh utama lho, sayang banget kalau namanya nggak dikenang. Semua ciri-ciri Laut juga nyaris sempurna, tapi pas teman-temannya manggil dia, “Ut!” kesan sempurna itu habis sudah.

Bergerak ke karakter tokoh. Aku bagi jadi dua lagi.

Lenta is so labil. Baru part 5 dia terima cintanya Laut dan ngaku kalau dia juga cinta dan seenak jidat di part 6 bilang kalau dia sebetulnya masih cinta sama Atlantik. Kenapa dia dibuat sebegitu labilnya?!

Laut juga nggak kalah labilnya sih. Masa dikirimi screenshoot chat gitu aja langsung jadi meye? Dia bilang cinta mati sama Lenta, harusnya tokoh Laut dibuat nggak semudah itu minta break kayak anak-anak.

ALUR, PLOT, KONFLIK : Untuk ketiga ini udah dapat ya. Konfliknya juga udah jelas. Cuma kurang ‘nendang’ aja, coba kalau konflik lebih diperdalam lagi (kayak taktiknya Senja lebih jahat lagi) pasti ceritanya bakalan lebih menarik lagi.

LOGIKA CERITA (PLOT HOLE) :

Entahlah ini seharusnya masuk ke bagian ‘Karakter Tokoh’ atau gimana. Tapi, berhubung di sini dibahas soal logika (masuk/tidak akalnya bagian-bagian dari cerita) jadi aku pilih nempatinnya di sini.

Dari awal tokoh Lenta dibuat terlalu “lemah” menurutku. Entahlah, padahal dia dijelaskan bukanlah sosok yang pantas di-bully (nerd). Penokohan sampai penampilan bahkan diceritakan nyaris sempurna, jadi belum ada alasan yang kuat buat jadiin seorang Lenta bahan bully-an.

Hal yg paling aneh itu ketika Lenta berubah hampir 100% setelah dekat dengan Laut. Padahal ceritanya baru sebulan lalu dia di-bully karena nggak bisa lulus ujian Olahraga. Sah-sah aja sih ya dibuat berubah, tapi itu terlalu cepat, right? Atau kalaupun mau buat dia langsung berubah di part ketiga, harusnya dijelasin dulu alasan spesifiknya. Bukan langsung gitu.

Satu lagi yang mengganjal soal Lenta, kenapa Lenta bisa-bisanya belum terbiasa sama teman-teman di kelas? Padahal satu kelas! Satu sekolah! Kalau alasannya hanya karena teman kelas X dan teman kelas XI itu beda, gimana ya, kurang masuk akal gitu. Karena sekalipun di kelas X dulu dan XI sekarang temannya beda, tapi paling enggak mereka satu sekolah, kan? Aku nggak ada nangkap kalau Lenta itu murid baru atau semacamnya. Mau masukin Lenta ke tipe introver? Ah, jelas-jelas Lenta bukan introver. Soalnya, diceritakan kalau dia “belum terbiasa sama teman-temannya” dalam artian bisa aja terbiasa, kalau dia mau. Sekali lagi, alasan untuk ini kurang kuat. Jangan jadikan Lenta bahan bully-an tak berdasar. Peace.

KRITIK DAN SARAN : Penulisnya baru masuk kelas X SMA, kan? Menurut aku ini sesuatu hal yang udah keren banget dibandingkan aku di kelas X SMA dulu. Penulis udah bisa buat jalan untuk ceritanya sendiri. Aaaa … penulisnya keren! Cuma butuh sedikit polesan dan udah semuanya komplit! Tingkatin EBI ya terutama. Aku saranin buat baca-baca “101 Menulis Fiksi” karya Kak Dessyya. Isinya bakalan sangat membantu. Oiya, jangan baperan nanti bacanya, karena isinya agak ngejlimet, ya tapi kan kita makin lihai sama EBI, dkk.

KESAN SETELAH MEMBACA  : Kayak yang aku bilang di atas, dengan usia segitu penulis udah keren bisa buat cerita kayak ini. Perjalanan​ masih panjang. Masih panjang waktu buat belajar tekniknya. Keep writing ya. Jangan bosan menulis. Salam literasi.

===

Q & A

CHAPTER PALING MENGESANKAN?

Mungkin chapter dua ya. Bagian di mana Laut dengan aksi heroiknya nyelamatin Lenta yang nggak sadar lagi datang bulan. Itu kayak, “Wow, betapa gentle-nya seorang Laut itu!”

TOKOH TERFAVORIT ?

Kana. Meskipun dia cuma tokoh figuran tapi aku suka dia. Aku suka tokoh yang kuat, berani, secara harfiah. Mungkin karena aku nggak punya sifat itu di dunia nyata. Hmm ….

SATU KATA UNTUK KARYA INI?

Bolehlah (ala-ala Jarjit).

SATU KATA UNTUK PENULISNYA?

Hwaiting!

YANG PALING MEMBEKAS DI HATI SETELAH MEMBACA?

Stop Bullying!!!

PESAN TERAKHIR REVIEW SINGKAT INI?

Akhir kata, aku ucapkan makasih udah baca hasil review dari reviewer amatir ini. Makasih juga udah mau berpartisipasi ramein JK REVIEW kali ini. Untuk semua kata-kata yang menimbulkan luka (eaa) aku minta maaf. Sama sekali nggak bermaksud apa-apa. Petik sisi positifnya saja. Tetap semangat! Salam dekat dari Euis, jomblo ngenes yang akan senantiasa menunggu sosok Laut di dunia nyata.

P.s. Review dibuat di ponsel dan keyboard benar-benar tidak bersahabat. Untuk kata-kata yang seharusnya di-italic, jadi nggak bisa. Maaf. Harap dimaklumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s