(Wattpad Review) The Girl Who Buys Happiness by Vyomantara

“Glazed eyes, empty hearts Buying happy from shopping carts Nothing but time to kill Sipping life from bottles”

Pada dasarnya, Gita dan kebahagiaan bukanlah kawan dekat.

Judul : The Girl Who Buys Happiness

Penulis : Vyomantara

Wattpad Id : vyomantara

Genre : Short Story

Cover by : 

Hit Rank :

Now Rank : 

Published : 17 parts

Status  : On Going

Visitors : 245 kali dibaca; 58 dukungan suara (Sabtu, 15 Juli 2017)

Rating : 7,8

Tanggapan terhadap cerita ini : SUKA

REVIEWER MEMBACA SAMPAI CHAPTER :  17, ALASANNYA, Karena setiap part itu dibuat pendek-pendek, karena penasaran dengan apa yang terjadi sama Gita (walau sampai part 17 tidak terlihat jelas), dan karena suka.

Sudut Pandang yang Digunakan : Orang Pertama

Copyright :

Read more : http://my.w.tt/UiNb/FFdupHwdME

Review by : [Euis] http://my.w.tt/UiNb/j5jG2DAOjE?utm_campaign=invitefriends&utm_medium=link&utm_source=aandroi

Kunjungi juga : http://wattpad.com/user/jkcommunity untuk membaca review-mu dalam format wattpad.

Menceritakan seorang gadis bernama Gita. Gadis yang sedang berada dalam masa tersulitnya. Dia mengalami hal yang mengganggunya, namun tak mampu mendefinisikan hal itu apa. Dia berada di tengah pertemanan, memiliki keluarga lengkap, namun merasa bahwa semua itu hanya fiktif belaka.

Dia Gita, gadis yang hingga kini belum juga menemukan kebahagiannya.

SEBELUM MEMBACA ISI REVIEW INI, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN PENULIS REVIEW UNTUK MENDUKUNGNYA BERKARYA JUGA.

@euismalau http://my.w.tt/UiNb/j5jG2DAOjE?utm_campaign=invitefriends&utm_medium=link&utm_source=android

SUDAH?

OKE… BISA KITA MULAI…

===

COVER : Aku suka! Penyampaian suasana ceritanya dapat. Kebetulan juga selama ini aku lagi keranjingan untuk mencoba buat cover model seperti itu. Yang simpel, dengan tulisan kecil dan gambar photography penuh. Dan sampai sekarang belum bisa juga. Jadi, pas lihat cover seperti ini otomatis aku langsung suka hehe.

CHAPTER PEMBUKA : Dilema Gita itu sampai ke pembaca. Yang otomatis membuat pembaca penasaran dengan gelumit kehidupan seorang Gita.

EBI : Sudah rapi ya. Karena itu juga aku betah di cerita ini. Cuma bagaimanapun ada aja sedikit celah di sana-sini. Yang pasti, bisa penulis ditambal nanti.

Penggunaan kata baku. Aku ketemu dengan kata yang tidak baku seperti; napsu (nafsu), berdehem (berdeham), dan melalang (melanglang). Cuma ketiga itu aja yang kujumpai. Makanya langsung kasih tunjuk kata, biar clear.

Salah ketik. Ini masalah lazim penulis. Semua nggak bisa lepas dari sini. Paling kontras itu kata, berdesisi, yang seharusnya berdesis. Cuma hal kecil itu aja. Minim banget sama typo. Mungkin karena satu part itu sedikit, jadi kita pas baca (sebelum publish) langsung kelihatan gitu.

PR-nya. Karena kapital, aku rasa bagusnya dikasih tanda penghubung dulu.

Aku nggak ketemu arti kata “bercongkol” di KBBI. Padahal kata itu lumayan munculnya. Itu artinya apa?!

Mungkin di kata ganti, kayak Mama, Kakak …. Masalah itu pakai kapital atau enggaknya.

Menurutku; kalau nggak diakhiri koma, nggak dilanjut sama dialog tag, dan nggak ada penggalan dialog lain … mending setelah dialog nggak usah pake huruf kecil. Apalagi kalau langsung masuk ke kata ganti. 

GAYA BAHASA : Ngalir. Mudah juga dipahami. Pemilihan POV 1 tepat sekali. Dan tokoh “aku” pembawaannya juga luwes.

PENGGAMBARAN LATAR : Sudah baik. Meskipun tempat bergantian antara sekolah dan rumah, tapi tetap menarik dan buat bosan. Karena memang kedua tempat inilah yang menjadi masalahnya. Meskipun juga, selalu dimulai dengan mata pelajaran yang bergantian, aku tetap tidak bosan membacanya.

KARAKTER TOKOH : Dari awal sampai akhir karakter Gita tetap ya. Dia tetap lemah, nggak bisa ngapa-ngapain, dan masih kebingungan juga. Meskipun, aku benar-benar nggak suka dengan sifat tokoh yang seperti ini. Dan itu membuatku yang membacanya selalu jadi iblis, yang meneriaki, “Lawan mereka! Mereka bukan teman. Mereka cuma orang yang banyak maunya!”, sambil pegang garpu taman dan keluarin aura merah di sebelah kiri.

ALUR, PLOT, KONFLIK : Menarik. Perpaduan ketiganya membuat cerita menarik. Walau setelah membaca chapter 17 pun masih terasa complicated. Tapi, penulis pasti buat taktik lain.

LOGIKA CERITA (PLOT HOLE) : Entah karena aku benci sifat Gita, sampai aku merasa sifatnya itu nggak masuk akal. Kayak, dia sebenarnya punya keinginan buat melawan dari semua ini, tapi kenapa dia nggak bisa merealisasikan itu? Kenapa dia begitu lemah? Aku benar-benar menunggu Gita pinjam kekuatan Power Ranger Pink dan …. BERUBAH!!!

Oiya, ada satu lagi, kalau pembagian jurusan sejak kelas X berarti pake Kurikulum 2013, kan? Kalau iya, setahuku di K13 bukan IPA/IPS namanya, tapi MIPA/IIS. Dan di cerita disinggung sedikit bahwa Gita itu kelas X IPS 2. Entah aku yang kudet atau gimana, tapi memang begitu. Setahuku yang namanya IPA/IPS itu buat kami yang pake KTSP 2006. Dan itu pembagian jurusan mulai kelas XI.

KRITIK DAN SARAN : Banyak-banyakin baca materi kepenulisan aja ya. Apalagi tentang bagian EBI nomor 5 di atas. Dengan ilmu yang masih cetek, aku juga gak tahu pasti tentang itu. Entah aku yang salah atau gimana. Lebih baik, langsung lihat ke materi aja. 

KESAN SETELAH MEMBACA : 

Aku akan tetap menyimpannya di library dan menunggu setiap update-nya. Aku penasaran sama alasan kuat di balik sikap Gita, sama penyelesaiannya, dan off course, sama penjelasan penulis tentang pengakuan Gita dari real life nanti.

===

Q & A

CHAPTER PALING MENGESANKAN?

Chapter 16. Bagian Gita sayat pahanya. Pas itu, aku langsung menyeringai ala-ala psikopat.

TOKOH TERFAVORIT ?

Melody, mungkin? Karena dia yang kelihatan peduli. Lainnya, bermuka dua semua. Eh

SATU KATA UNTUK KARYA INI?

Recommended!

SATU KATA UNTUK PENULISNYA?

Semangat!

YANG PALING MEMBEKAS DI HATI SETELAH MEMBACA?

Secara implisit memberitahu bahwa, sebenarnya kita hanya perlu sedikit berdamai dengan diri kita. Jangan terlalu mempertanyakan banyak hal yang ujung-ujungnya merenggut kebahagian. Let’s make your own happiness!

PESAN TERAKHIR REVIEW SINGKAT INI!

Terima kasih sudah membacanya sampai akhir. Terima kasih sudah ikut berpartisipasi. Untuk setiap kata yang kurang lebih, reviewer minta maaf. 

Titip pesan sama Gita. Terserah mau yang fiksi atau nyata, gapapa. Bilangin sama Gita biar lebih terbuka. Dia nggak bakalan nemuin apa-apa kalau mengurung semuanya sendirian. 

Dari Euis, yang udah seenak jidat ngomentarin banyak hal tentang dirinya.

Salam kenal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s